Ciamis, BEDAnews
Idealnya kelompok tani mempunyai pos penyuluhan desa (posluhdes) untuk tempat pertemuan petani, satu desa, satu. Namun karena keterbatasan kemampuan BP4K Ciamis, maka posluhdes saat ini hanya akan dibangun satu per kecamatan, di 26 kecamatan yang diharapkan bisa menjadi pilot projek bagi kesuksesan peningkatan kemampuan lembaga tani.
Hal itu diungkapkan KPA Penanggung Jawab kegitan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani, Susi Mauludayani kepada BEDAnews.com di Hotel Budi Family saat acara penyuluhan pertanian yang disenggarakan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K), Kamis (10/10/2013) yang diikuti 52 orang peserta yang merupakan ketua kelompok tani hasil verifikasi dan rekomendasi BP3K.
Menurut Susi, kegiatan yang diselenggarakan 2 hari (10-12 Oktober) tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok tani yang akan mendapatkan sarana dan perasarana posluhdes dengan mendapatkan pelatihan dari nara sumber petugas BP4K Kab, Ciamis.
“Selain mendapatkan materi didalam ruangan, mereka juga akan melakukan peninjauan kelapangan (study banding) ke Tambaksari yaitu ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Saluyu yang sudah bagus dengan program pemanfaatan lahan pekarangan,” katanya.
Menilik potensi yang ada dipekarangan rumah lanjut Susi, sesempit apapun lahan kalau bisa dimanfaatkan, tanami minimal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, seperti sayuran dan lain-lain, lebih bagusnya bisa meningkatkan pendapatan petani. “Untuk sekedar bikin sambal, tidak usah mencari cabai rawit kalau ada di pekarangan, kan bisa menanam berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, itu bisa menambah penghasilan” ujar Susi Mauludayani. (abraham)











