Anomali iklim dan Politik Globalisasi Neoliberal
Bahaya kekeringan sesungguhnya merupakan satu keniscayaan, di tengah adanya anomali iklim dengan segala dampaknya. Namun terjadinya cuaca ekstrem ini tidak hanya disebabkan oleh faktor klimatologi saja, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh perbuatan manusia dan kebijakan pemerintah, seperti penebangan dan konsesi hutan. Saat ini alih fungsi hutan berjalan dengan pesat, ini dilakukan bukan hanya karena tekanan bertambahnya populasi manusia sebagaimana yang disangkakan. Namun lebih kepada kepentingan politik globalisasi, dengan agenda neoliberal dan hegemoni seperti pertambangan, liberalisasi SDA (sumber daya alam) kehutanan. Jutaan hektar hutan Indonesia telah hilang untuk komitmen politik global ini. Deforestasi inilah yang harus bertanggung jawab terhadap pemanasan global, yang mempengaruhi perubahan iklim ini. Diperparah lagi dengan kapitalisasi dan eksploitasi sumber mata air oleh para pemilik modal. Ancaman kekeringan pun tak terelakkan.













