Opini
Oleh : Sriyanti, Pegiat Dakwah
Beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami kekeringan ekstrem selama musim kemarau tahun ini. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah 1 Medan Aryo Prasetyo memprediksikan, hal ini terjadi disebabkan oleh fenomena El Nino yang kemungkinan terjadi pada bulan Juli hingga akhir tahun 2023. Fenomena ini dipengaruhi oleh suhu muka air laut di Samudra Pasifik dan Indian Ocean Dipole yang dipengaruhi suhu di Samudera Hindia. Keduanya terjadi secara bersamaan sehingga menyebabkan curah hujan berkurang, dengan kategori di bawah normal. Untuk itu BMKG mengimbau agar masyarakat dan pemerintah mengantisipasi dan mewaspadai hal ini. (katadata.co.id, Minggu, 11/05/2023)
Para pakar pun berpendapat terkait permasalahan ini. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan bahwa, beberapa daerah di wilayahnya berstatus kekeringan meteorologis dan berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, di antaranya pada sektor pertanian tadah hujan.













