Penguasa seolah abai dengan tugas dan kewajiban utamanya. Yakni dalam memenuhi segala kebutuhan rakyat. Mereka mulai lalai, bahkan terkesan memberikan kelonggaran selonggar-longgarnya kepada para pengusaha yang bergerak bukan hanya di produksi makanan atau minuman. Tetapi juga memberikan kelonggaran bagi perusahaan lain yang bergerak di bidang lain. Seperti dalam hal bahan baku kosmetik, ataupun produk apapun yang digunakan oleh kaum muslim dengan tidak mengindahkan standar halal-haram.
Seharusnya penguasa memperhatikan kehalalan makanan yang dikonsumsi oleh rakyat. Bukan malah mengabaikan. Karena sudah menjadi kewajiban penguasa untuk mengawasi jalannya perusahaan dalam memproduksi makanan yang halal bagi rakyatnya. Agar dengan asupan yang halal mampu menumbuhkan jiwa yang sehat dan melahirkan generasi bangsa yang sehat dan kokoh dalam keyakinan, dan keimanan kepada Allah Swt.













