“Uang 502T jumlahnya sangat besar, dengan uang tersebut kita dapat membangun 3333 Rumah Sakit skala menengah, mebangun 230.000 Sekolah Dasar atau dapat digunakan untuk membangun jalan tol baru,” ujar Harris di Jakarta melalui keterangannya, Kamis (22/09).
Dilain sisi, subsidi sebesar 502T yang membebani negara tidak tepat sasaran. Contohnya 80% Pertalite dinikmati oleh masyarakat mampu dan masyarakat menengah keatas. Untuk Biosolar, 89% dinikmati oleh pelaku usaha, sementara sisanya baru dinikmati oleh rumah tangga.
“Kondisi ini perlu diperbaiki untuk itu Pemerintah memutuskan pada awal bulan September menaikan harga BBM Subsidi. Penyesuaian harga ini tentunya membebani masyarakat kecil, untuk itu Pemerintah sudah mengalokasikan 27T untuk Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat lapisan bawah serta Bantuan Tunjangan Gaji kepada pekerja yang gajinya kurang dari 3,5 Jt,” sambung Anggota Komisi VI DPR RI.













