Terlepas dari Itu semua, pertanyaannya adalah, bagaimana andai Prabowo khianat lagi HRS dan para pengikut dan simpatisan HRS. Mak andai benar terjadi, ini lah wujud daripada sejarah kepemimpinan bangsa, ini urusan sejarah dan ilmu sosiologi-politik dan hukum, serta ranah kompetensi absolut mahkamah akhirat. Karena tanpa ada khianat tidak ada kata juang? Maka terimalah konsekuensi jadilah pengikut sang imam yang konsisten, apapun yang tejadi, karena mengkhianati beliau adalah mengkhianati para sahabat dan umat simpatisan, dan hakekatnya khianati semua manusia saat dan efek setelahnya didalam kehidupan. Lalu semua yang dikhianati bakal bersisa bekal ibadah dan pahala, upah juang dan penghapus sebagian dosa, akibat patuh melaksanakan petuah orang shalih, namaun dikhianati si politisi,.terserah pilih mana?













