Garut, BEDAnews
Kartu Jaminan Sosial Kesehatan (Jamkesmas) di Kabupaten Garut banyak mengalami kerusakan, dan ditengarai tidak tepat sasaran. Akibatnya Pemkab Garut untuk sementara waktu menunda pembagian kartu Jamkesmas dan mengupayakan perbaikan kartu rusak ke pusat.
“Tentu saja permohonan kita tanpa mengubah kuota yang memang sudah final ditentukan pemerintah pusat. Nah, untuk mereka yang tidak terakomodir Jamkesmas, akan kita arahkan ke Jamkesda. Mudah-mudahan ini segera dapat diselesaikan agar tidak terjadi gejolak di masyarakat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman pada Rapat Koordinasi Lintas Sektor Distribusi Jamkesmas 2013 di gedung Koperasi Sasakadana Jalan Patriot, Kamis (7/3).
Iman pun meminta dinas/instansi terkait untuk segera menyikapi persoalan itu. Seperti terkait kesiapan rumah sakit menangani pasien thalasemia yang belum menerima kartu Jamkesmas agar transfusi darah yang mereka jalani tetap berjalan terus. Begitu pun orang yang meninggal dunia, agar kartu Jamkesmasnya dikembalikan ke Dinas Kesehatan untuk dikembalikan lagi ke Kemenkes.
Staf Pelaksana pada Bagian Agama dan Kesejahteraan Rakyat Setda Garut, Saeful Mikdan menambahkan, kartu Jamkesmas yang rusak antara lain karena pada kartu terdapat dua nama berbeda antara bagian depan dengan belakang kartu, ada dua alamat berbeda, tidak tercantum tanggal lahir atau umur, tidak tercantum alamat, dan warga sasaran kartu Jamkesmasnya telah meninggal dunia. Seperti di Kecamatan Sukaresmi yang jumlah kartu Jamkesmas rusak mencapai 70 %.
Persoalan lainnya, banyak warga yang sebelumnya pemegang kartu Jamkesmas namun ternyata tak menerima kartu Jamkesmas di 2013. Bahkan ada warga tercantum dalam database sebagai penerima Jamkesmas, namun yang bersangkutan tak mendapatkan kartu Jamkesmas tersebut. Sedangkan kartu yang dinilai tidak tepat sasaran, belum diketahui persis berapa jumlahnya karena kartu belum seluruhnya dibagikan, katanya.
Hingga kini, kartu Jamkesmas baru yang sudah diterima Kabupaten Garut baru sebanyak 1.004.000 kartu. Padahal kuota untuk Kabupaten Garut totalnya mencapai sebanyak 1.137.063 kartu. Sedangkan jumlah kartu Jamkesmas lama yang diterbitkan pada 2008 lalu, seluruhnya berjumlah 822.923.000 kartu.
Ketua Komisi D DPRD Garut, Helmi Budiman, menyesalkan carut marutnya pembagian Jamkesmas di Kabupaten Garut. Terlebih selama ini dinilainya antara Pemkab Garut dengan DPRD Garut kurang koordinasi terkait persoalan tersebut.
Seharusnya yang menerima kartu Jamkesmas itu yang benar-benar berhak. Sepertinya ini juga tak lepas dari akibat kurang koordinasi dan sosialisasi antara Pemkab Garut dengan DPRD, khususnya Dinas Kesehatan serta BPS. “Jangan hanya kalau ada masalah, baru DPRD dilibatkan," sesalnya. (Sighar)











