HeadlinePeristiwaTNI-POLRI

Kapten Cpn Yulius Hendro, Salah Seorang Korban Laka Helikopter MI-17 Baru Menyelesaikan Pelatihan BAHASA RUSIA

Bandung, BEDAnews.com – Salah seorang dari 4 korban meninggal pada kecelakaan jatuhnya pesawat helikopter MI-17 di Kendal pada Sabtu, 6/6/2020 lalu adalah Kapten CPN Yulius Hendro, salah seorang siswa perwira yang belum lama ini menyelesaikan pelatihan belajar Bahasa Rusia di Cimahi. 

Susi Magdalena, Ph.D merasa terkejut mendengar berita kecelakaan pesawat helikopter di Kendal pada Sabtu tanggal 6 Juni lalu, karena salah seorang korban meninggalnya adalah perwira siswa didiknya yang baru seminggu lalu menyelesaikan pendidikan belajar Bahasa Rusia di Pusdiklat Cimahi. 

Sebagai dosen tamu yang mengajar Bahasa Rusia di lingkungan  TNI AD, dirinya mengajar para perwira TNI AD yang akan mengawaki helikopter buatan Rusia dengan kapasitas  mengangkut lebih dari 6 penumpang.

Pelatihan bahasa Rusia berlangsung selama 4 bulan dari pukul 08.00 – 16.00 WIB selama 4 bulan dan baru berakhir sekira seminggu lalu. 

“Saya terkejut Yulius merupakan salah satu korban meninggal, padahal dia baru seminggu lalu balik ke Semarang dari sini karena tugas belajar Bahasa Rusianya sudah sekesai,” ungkap Susi dengan nada penyesalan. 

Diungkapkan Susi, pelatihan Bahasa Rusia bagi perwira siswa itu agar mengerti petunjuk teknis dan manualnya pesawat yang berbahasa Rusia. Namun sebelum berkarya dengan bahasa Rusia nya Yulius justru menjadi korban meninggal kecelakaan helikopter TNI AD

“Dia orangnya sangat dewasa dan pemikirannya luas. Saya merasa kehilangan,” tambah Susi.

Sebagaimana diketahui pada Sabtu 6 Juni 2020, terjadi kecelakaan pesawat helikopter MI-17 di Kendal yang berpenumpang 9 orang. Akibat kecelakaan pesawat yang jatuh terbakar itu 5 penumpang mengalami luka-luka dan 4 orang meninggal dunia.  

5 korban selamat dan luka-luka adalah Lettu CPN  Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto dan Praka Andi. Sementara itu Kapten CPN Yulius Hendro gugur bersama 3 rekannya yaitu Kapten CPN  Kadek, Kapten CPN Fredi dan Lettu CPN wisnu. (Siti Sundari) 

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close