Bandung, BEDAnews
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Komisari Besar Polisi (Kombes Pol) Abdul Rakhman Baso menyarankan agar kasus pemukulan Marwan Sayedeh, pemain Gresik United bisa dimediasi dan diselesaikan secara musyawarah mufakat.
Polrestabes Bandung sudah menerima laporan dari Marwan. Kasus tersebut berawal dari dalam pertandingan Persib vs Gresik United, Rabu (11/4) kemarin kemudian berkembang seusai laga berakhir, pemain dan keamanan internal Persib melakukan pemukulan.
"Dari kacamata keamanan sebenarnya itu tak perlu terjadi apabila semua bisa menahan diri. Kami lakukan langkah-langkah, yang pertama prefentif dan penegakan hukum. Dari aspek penegakan hukum, kalau bisa dilakukan musyawarah dan diselesaikan dengan baik. Itu lebih bagus," ujar Kapolrestabes didampingi Kasubag Humas Polrestabes Bandung AKP Rosdiana di Mapolrestabes Bandung, Kamis (12/4).
Sebelumnya, Marwan, striker Gresik United melaporkan insiden pemukulan dan penganiayaan yang terjadi usai laga Persib vs Gresik United ke Mapolrestabes Bandung.
Marwan datang bersama salah seorang rekannya sekitar pukul 19.30 WIB, Rabu (11/4), dan membuat laporan resmi kepada bagian Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolrestabes Bandung.
Marwan mengaku dipukul salah seorang pemain Persib, Zulkifli, dan setelahinsiden tersebut lebih dari 15 pria berbadan tegap dan mengenakan baju putih menyerbu ke lapangan.Tak ayal, Marwan yang saat itu masih di lapangan dikejar dan dipukul salah seorang dari pria-pria tersebut.
Polrestabes Bandung sendiri hingga kini telah memintai keterangan 3 orang saksi, termasuk saksi korban, Marwan. (Lanie)











