Madiun – bedanews.com – “Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati!” kata Bung Tomo yang disiarkan melalui stasiun radio di Surabaya pada 10 November 1945.
Itulah penggalan pidato Bung Tomo yang berhasil membakar semangat perjuangan dan rasa nasionalisme rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Surabaya untuk mengusir tentara Inggris dalam perang yang berlangsung selama 3 pekan.
Peristiwa itu pula yang melatarbelakangi pemerintah menetapkan setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan hingga kini.
Meski telah 78 tahun lalu dan bangsa ini telah merdeka, namun semangat perjuangan dan rasa nasionalisme semacam itu masih sangat penting untuk dapat diwarisi oleh seluruh rakyat Indonesia di tengah kemerdekaan saat ini.












