Sebelum tahun 2017 Cileutik merupakan kampung kumuh dan jorok. Siapa pun yang sudah mengunjunginya pasti akan malas untuk datang lagi. Dari 40 kepala keluarga yang menghuninya hanya ada satu tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK). Itu pun tidak layak pakai, dindingnya terbuat dari karung yang ditempel-tempel. Kondisi ini disampaikan oleh Ibu Iis Sutiarsih, Kepala Desa Pananjung. Kampung ini juga ditata dari segi infrastruktur jalan, listrik, penataan lingkungan permukimannya, termasuk perbaikan-perbaikan rumah tidak layak huni. Kini, Kampung Cileutik menjadi salah satu kampung wisata di Kabupaten Bandung. Banyak wisatawan yang berkunjung untuk sekadar botram atau foto-foto bareng. Terutama setiap hari Sabtu dan Minggu.
Patut diapreasiasi bahwa program Bedah 1000 Kampung ini digagas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam mendapatkan tempat tinggal layak huni. Akan tetapi kawasan kumuh tidak hanya kondisi rumah saja yang tidak layak melainkan masyarakatnya juga yang kurang sejahtera. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang rendah dan ekonomi yang kurang. Sehingga pihak pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraannya. Baik dari tingkat pendidikannya, taraf sosialnya, maupun kemudahannya untuk mendapatkan pekerjaan.













