• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kala Teks ‘Membeku’ dan Zaman Lari Cepat: Siapa Takut Hermeneutika?

Kala Teks ‘Membeku’ dan Zaman Lari Cepat: Siapa Takut Hermeneutika?

angel angel by angel angel
22 Agustus 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Padahal, memperlakukan teks keagamaan secara dogmatis-harfiah ibarat memaksakan jubah abad ke-7 untuk dipakai manusia pencakar langit. Dalam tulisan puncaknya, Nasr Hamid Abu Zayd melalui Naqd al-Khitab al-Dini (Kairo: Sina li al-Nashr, 1992, hlm. 93) mengingatkan bahwa begitu wahyu diturunkan dalam bahasa manusia, ia secara otomatis menjadi produk budaya (muntaj tsaqafi) yang menuntut pembacaan ulang secara historis-kritis. Mengabaikan konteks sejarah pembentukan teks hanya akan melahirkan sikap beragama yang gagap dan berjarak dari problem kemanusiaan.

Di sinilah hermeneutika modern hadir—bukan untuk merusak teks, melainkan membebaskannya dari belenggu dogmatisme. Pemikir Islam asal Pakistan, Fazlur Rahman, menawarkan konsep double movement (gerakan ganda) dalam karya monumentalnya Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition (Chicago: The University of Chicago Press, 1982, hlm. 5). Bagi Rahman, kita harus melangkah mundur dari situasi sekarang ke masa turunnya teks untuk menangkap rasionalitas dan spirit utamanya, baru kemudian bergerak maju membawa nilai ideal tersebut ke konteks hari ini.

BeritaTerkait

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Page 2 of 4
Prev1234Next
Previous Post

KH. Suyitno Achmad: Pemerintah Tak Diskriminatif, Jangan Lukai Hati Guru Swasta

Next Post

UNSUR TNI AL KRI DR. SOEHARSO-990 DROP 30,19 TON BANTUAN UNTUK MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA NTT

Related Posts

Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
Ragam

Santrawan Paparang: Jangan Biarkan Polemik Ijazah Jokowi Menggantung, Uji Independen Diperlukan

8 November 2026
Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Next Post

UNSUR TNI AL KRI DR. SOEHARSO-990 DROP 30,19 TON BANTUAN UNTUK MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA NTT

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021