Polarisasi metode ini pada akhirnya menentukan arah peradaban kita. Apakah kita ingin beragama dengan mata tertutup sambil merawat dogma usang, atau berani berdialog secara kritis agar pesan kemanusiaan agama tetap berdetak tajam di tengah perubahan zaman? Teks tidak pernah membisu; manusialah yang sering kali enggan mendengarkan gaung maknanya yang lebih dalam.***
Penulis adalah:
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
– Dosen STAI Yogyakarta,
– Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul,
– Ketua Yayasan Majma’ Bahrain Internasional,
– Ketua Harian Paguyuban Keluarga Pasir se-Dunia (PKPD),
– Penasihat Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN).













