Purwakarta, BEDAnews
Kepedulian nyata terhadap lingkungan adalah sebuah pekerjaan berat, butuh komitmen terus menerus. Siapa yang merusak lingkungan, baik dari kalangan penguasa, pengusaha, dari profesi lain, yang jelas masyarakat dijadikan imitasi alasan. Pengalihan ketergantungan, banyak intervensi uang, sedikit yang menolak sehingga pelanggaran demi pelanggaran tetap berlanjut.
Tapi menurut Nurul Cholis (44), pemerhati lingkungan Purwakarta, yakinlah kerusakan dan ketidak adilan, bergerak sesuai jalannya sendiri, bagai air mengalir atau gunung meletus.
Isu lingkungan dengan pembangunan salah yang sering dijadian dasar politik ekonomi, menurut Nurul, menjadi bukti Undang-undangnya harus dikaji. Disamping itu, perilaku pejabat, penguasa, harus lebih beretika dan bermoral.
“Mana saja pelanggaran lingkungan yang tuntas, banyak yang tidak ditindak lanjuti, seolah tidak pernah dimaknai penting,” katanya saat ditemui di SMP Bungursari Purwakarta, Kamis (11/4).
Pemerintah harus tegas, jika dikemudian hari pembangunan akan merugikan lingkungan dan masyarakat banyak, tidak usah dibangun. Sementara yang sudah terlanjur berdiri, ditutup saja, tegasnya. (Laela)











