Untuk mendukung mutu pendidikan yang tinggi, tambah Kadisdik, harus disertai kualifikasi dan kompetensi guru. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Jabar.
“Revitalisasi tidak hanya di bagian kurikulum atau sekolah, tapi juga harus melibatkan berbagai jajaran. Selain itu, pengembangan sekolah industri harus diinternalisasikan ke sekolah-sekolah. Juga pengoptimalan peran pendidikan tinggi, penguatan desa binaan, dan menciptakan mahasiswa yang kretif dibutuhkan untuk mengedepankan mutu pendidikan,” tuturnya.
Melihat fenomena yang ada di Jabar, menurut Kadisdik, penduduknya rata-rata memiliki pendidikan selama 8 tahun, sedangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, harus sekolah serendah-rendahnya hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Oleh karena itu, guna meningkatkan peradaban di Jabar, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa pendidikan menjadi tolok ukur bagi kemajuan daerah, ungkapnya. @hms/her***











