RegionalSeni Budaya

Kadisbudpar Kota Bandung, Heran Orang Sunda Malu Berbahasa Sunda

BANDUNG, BEDAnews.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari, mengaku heran dengan orang Sunda yang malu berbahasa Sunda. Sebab menurutnya, kemampuan berbahasa Sunda adalah keunggulan yang tidak dimiliki oleh banyak orang.

“Orang luar negeri, misalnya dari Inggris, belum tentu bisa bahasa Sunda. Tapi kita bisa bahasa Sunda dan juga kita bisa bahasa Inggris. Itu kan justru satu kelebihan,” ujar Dewi saat kegiatan Festival Sastra dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), Jumat (21/2/2020).

Menurut Dewi, bahasa Sunda adalah bahasa leluhur yang perlu diangkat derajatnya. Ia setuju dengan istilah glokalisasi dengan mengangkat budaya lokal menjadi bagian dari diversitas budaya dunia.

“Di era globalisasi ini justru harusnya glokalisasi, menaikkan kearifan lokal kita salah satunya budaya. Jadi saya justru lebih senangnya dengan istilah glokalisasi. Pada saat orang-orang diseragamkan melalui teknologi informasi, kekayaan potensi lokal seperti budaya lokal bahasa Sunda ini merupakan sesuatu yang harus kita angkat yang menjadi ciri khas dari kebudayaan yang tidak bisa ditemui oleh budaya budaya lainnya, di tempat lainnya, di belahan dunia lain. Justru ini yang harus kita banggakan,” tegasnya.

Festival Sastra yang diselenggarakan oleh Komunitas Carponn (Carita Pondok Naker) ini juga merupakan bagian dari upaya melestarikan Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu orang Sunda. Festival yang diikuti oleh 300 peserta ini ingin mengembalikan ruh Bahasa Sunda agar kembali digunakan dalam percakapan sehari-hari. (Alief)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close