“Misalnya mengurusi madrasah – madrasah dan guru diniyah yang menjadi wilayah kerja Kemenag serta bagaimana Menag memperkuat regulasi antrian calon jamaah ibadah haji,” kata Wakil Bendahara Umum III Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) yang juga pernah menjadi Bendahara Umum DPP GEMA (Generasi Muda) Mathla’ul Anwar itu.
Terkait ucapan Menag yang kontroversial, Adi Abdillah Marta juga mengharapkan publik untuk menahan diri agar tidak memperkeruh keadaan serta meminta Menag untuk bertabayyun atas apa yang telah diucapkannya. (Red).
Page 3 of 3













