Langkah Jokowi kala itu berhasil menurunkan ketegangan politik di awal pemerintahannya, meskipun di kemudian hari ia tetap menghadapi kritik terkait relasi dekatnya dengan para oligarki. Prabowo tampaknya mengikuti pola serupa, menempatkan stabilitas sebagai prioritas, meski harus menanggung risiko dicap tunduk pada elite lama.
*Contoh dari Joe Biden dan Kompromi Politik di AS*
Contoh serupa juga dapat ditemukan dalam pemerintahan Presiden Joe Biden di Amerika Serikat. Setelah memenangkan pemilu 2020, Biden menghadapi tantangan besar berupa polarisasi politik ekstrem antara Partai Demokrat dan Republik. Meski mendapat dukungan kuat dari progresif, Biden justru menyusun kabinet yang relatif moderat dengan melibatkan tokoh-tokoh berhaluan tengah dan mantan pejabat dari era Obama. Keputusan ini diambil untuk meredam ketegangan dan memastikan transisi kekuasaan berjalan lancar.












