Sehingga Kehadiran Dasco dalam kongres Projo tidak memiliki bobot kenegaraan baik sebagai representasi Prabowo sebagai Presiden RI, juga pastinya *bukan sebagai Dasco yang menjabat Wakil Ketua DPR RI mewakili Puan, selaku Ketua DPR RI.* Melainkan, kehadiran Dasco bisa diklaim oleh Prabowo dan seluruh kader Gerindra sebatas politik praktis partai Gerindra.
Istilah flag fake sendiri berasal dari taktik bajak laut abad ke-16 yang menggunakan bendera musuh untuk menipu kapal dagang agar mendekat, lalu menyerangnya. Dalam konteks modern, operasi “bendera palsu” bisa berupa serangan militer atau siber untuk menciptakan alasan pembenaran dan menghindari pembalasan atau kritik publik.
Namun dalam kongres Projo ini, jelasnya yang mendekati adalah Projo dengan cara mengundang kepada Presiden Prabowo, sehingga dari sisi realistis politik kekusaan flag fake dimainkan oleh Projo. Namun berbalas flag fake pula oleh Presiden Prabowo. ***













