Maka, ada bersisa lagi sebuah janji dari janji seabreg-abreg dari Jokowi, ” bahwa Garis Kemiskinan Ekstrim di Indonesia akan 0 % pada tahun 2024″.
Ternyata janji ini, lagi-lagi gagal total, karena teorinya hanya menggunakan *_”teori kampungan”_* cukup memberi dan melemparkan barang habis pakai (sembako murah) dipinggir jalan, atau selebihnya sekedar implementasikan politik entitas pencitraan dengan pola mendatangi dan memberi warga sembako pada titik kecil perkampungan”.
Sehingga ideal dan logis, Jokowi konsentrasinya lebih fokus untuk mengejar target program pengentasan kemiskinan mencapai 0% yang bersisa masa kerja 9 hari lagi menuju dirinya lengser keprabon.
Bukan justru menghambur-hamburkan uang negara, demi menutup kegagalan dirinya pada 10 tahun kepemimpinan buruk (bad leadership) yang masuk kepada titik nadir merusak mental bangsa (moral hazard). Karena publish bad news dari Majalah Tempo, pihak Jokowi malah menawarkan milyaran rupiah kepada mereka, agar mewartakan kesuksesan Jokowi selama 10 tahun berkuasa, termasuk mengunci pemberitaan akun fufu fafa (tuduhan 99% lebih akun milik Gibran RR bin Joko Widodo).













