Pangkat dapat berubah karena waktu.
Tetapi kehormatan seorang jenderal hanya lahir dari satu hal: kemampuannya menjaga kedaulatan negara.
Bangsa ini tidak membutuhkan seragam yang sibuk mencari tepuk tangan.
Bangsa ini membutuhkan pemimpin militer yang lebih akrab dengan ruang operasi daripada ruang lobi, lebih fasih membaca peta ancaman daripada peta kekuasaan, dan lebih gelisah memikirkan kesiapan perang daripada peluang jabatan.
Karena sejarah tidak pernah mengabadikan seorang jenderal yang pandai mengikuti arah angin politik.
Sejarah hanya mengenang mereka yang tetap berdiri ketika badai datang.
Dan republik ini, jika ingin tetap tegak, harus memastikan bahwa setiap bintang di pundak seorang jenderal memantulkan cahaya profesionalisme bukan pantulan sorot lampu kekuasaan.













