Ciamis, BEDAnews
Naiknya harga-harga sembilan bahan pokok (Sembako) pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dirasakan memberatkan masyarakat, apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Rahmat Suluri, pemilik Toko Sembako Perdana di Pasar Panumbangan Desa Panumbangan, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis mengatakan hampir semua jenis sembako yang di jual di tokonya, naik harganya setelah kenaikan BBM beberapa minggu lalu, hingga berakibat daya beli pelanggannya dirasakan lumayan berkurang.
“Untuk jenis telor saja sebelum kenaikan BBM tokonya menjual dengan harga Rp. 16.000 per kilo, dan setelah BBM naik, harga telor naik menjadi Rp. 20.000 per kilo, dan harga sembako lainnya juga naik rata-rata 10% dari harga sebelumnya,” kata Rahmat yang dihubungi BEDAnews.com, Senin (1/7) di tokonya.
Hal senada disampaikan Yeyet, pemilik toko sayuran di Pasar Panumbangan. Menurutnya, setiap jenis sayuran yang di jualnya naik 10% dari harga sebelumnya. Lain lagi dengan bawang merah yang naiknya sangat tinggi, sebelumnya dia jual Rp. 26.000 per kilo, sekarang naik menjadi Rp. 40.000 per kilo.
“Belum lagi dari informasi beberapa sales, beberapa harga sembako menjelang Bulan Suci Ramadhan akan kembali naik,” ujarnya yang kebingungan menghadapi kondisi tersebut.
Sementara itu Aso, pedagang ikan segar, menyebutkan harga ikan mas yang tadinya Rp. 22.000 per kilo, sekarang naik menjadi Rp. 25.000 per kilo, dan untuk daging ayam, sebelumnya di jual dengan harga Rp. 27.000 per kilo, kini naik menjadi Rp. 33.000 per kilo.
Sedangkan untuk harga beras di Pasar Panumbangan, hingga kini belum mengalami kenaikan. “Harga berasnya masih tetap Rp. 8.500 per kilo dan belum naik,” kata H. Ana Duhana pemilik toko Beras di Pasar Panumbangan, seraya menambahkan menjelang Bulan Suci Ramadhan, setiap jenis Sembako dipastikan semuanya naik lagi. (Deden Deni)











