YOGYAKARTA || Bedanews.com – Kabut tipis masih menggantung di atas perbukitan karst Dusun Kandri saat deretan mobil rombongan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta perlahan membelah keheningan Pucung. Di balik kemudi dan bangku penumpang, sembilan mahasiswa berwajah tegang namun cerah bersiap memulai babak baru—menukarkan teks-teks buku dan teori akademis dengan realitas keras pesisir Gunungkidul.
Kamis, 13 Agustus 2026, menjadi penanda dimulainya pengabdian masyarakat (KKN) bagi kelompok 4 tersebut di wilayah perbatasan Kapanewon Girisubo dan Rongkop. Langkah mereka dikawal langsung oleh Dr. (C.) K.H.M. Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul. Sosok yang akrab disapa Gus Rofik itu menyerahkan langsung anak-anak asuhnya di balai pertemuan kalurahan.













