” …Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa …” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).
Menurutnya, bukan berarti muslim yang beriman dan taqwa tidak boleh jadi kepala negara. Sangat dianjurkan, tetapi jangan jadi kepala negara (pemimpin) seperti Firaun (pembohong, dzalim, dan penuh maksiat).
“Jadilah pemimpin yang capable, shidiq, amanah, fatanah, dan tabligh. Seperti Nabi Muhammad saw, Khulafah Rasyidin, Umar bin Abdul Azis, Harun Al Rasyid, dan Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II),” sebutnya
Lalu, kata Prof Rokhmin Dahuri, bukan berarti kita tidak boleh jadi orang terkaya. Sangat boleh. Tapi, jangan seperti Qorun. Jadilah seperti Abudrrahman bin Auf, Sayidina Utsman bin Affan. Bukan berarti kita tidak boleh jadi llmuwan ataupun teknokrat. Harus jadi.













