KAB. BANDUNG || bedanews.com — Jangan melupakan sejarah, Inggit Garnasih, wanita kelahiran Desa Kamasan Kecamatan Banjaran (17 April 1988 – 13 April 1984), sebenarnya merupakan sosok pahlawan yang memiliki jasa yang sangat besar untuk kemerdekaan Indonesia.
Seperti dikutif dari wikipedia, Inggit Garnasih selalu setia mendampingi Soekarno dimasa-masa sulitnya, akan tetapi namanya tak pernah disebut dalam buku pelajaran. Beliau merupakan Isteri kedua setelah Soekarno menceraikan isteri pertamanya, Siti Oetari, dan membiayai perjuangan Soekarno mulai dari biaya kuliahnya hingga aktivitas politiknya. Ironisnya, selama ini nama Inggit Garnasih masih asing di telinga masyarakat Indonesia bahkan yang lebih memprihatinkan namanya masih asing di tanah kelahirannya yaitu Kamasan.
Generasi milenial tidak akan mengenal siapa Inggit Garnasih, bagaimana perjuangannya, pengorbanannya, saat mendampingi Soekarno dalam suka dan duka. Karena memang nama Inggit Garnasih tidak pernah tercatat dalam buku pelajaran sekolah. Apalagi mengupas tuntas secara spesifik bagaimana selama itu beliau turut andil membiayai Soekarno.
Inggit Garnasih adalah istri kedua Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Mereka menikah pada 24 Maret 1923 di rumah orang tua Inggit di Jalan Javaveem, Bandung. Pernikahan mereka dikukuhkan dengan Soerat Keterangan Kawin No. 1138 tertanggal 24 Maret 1923, bermaterai 15 sen, dan berbahasa Sunda. Inggit dan Soekarno bercerai di Pegangsaan Timur 56 yang disaksikan oleh Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansur.
Dari ulasan tadi, nama Inggit Garnasih kenyataannya tak pernah diketahui khalayak ramai, bahkan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Bandung, mereka tidak tahu bahwa di Kamasan Banjaran ada seorang tokoh yang merupakan isteri proklamator, yang sudah berjasa sangat besar untuk kemerdekaan negeri tercinta.
Tapi bagaikan angin, perjuangan Inggit Garnasih, seolah sengaja tidak diungkit dan dibeberkan kepada rakyat Indonesia. Bahkan para generasi muda milenial yamg diharapkan agar jangan melupakan sejarah, tidak tahu bahkan tidak mengenal Inggit Garnasih. ***













