Bandung, BEDAnews
PT. Jamsostek Kanwil IV Jabar-Banten bekerjasama dengan Disnakertrans provinsi Jabar, Kota/kabupaten, serta Apindo, Sabtu,(29/4) menggelar Medical Check-Up (MCU) dan Pemberian Beasiswa Jamsostek (BSJ), di Aula Disnakertrans Jabar, jalan Soekarno-Hatta Bandung.
Kegiatan bagi peserta jamsotek program Jaminan Pemeliharaan kesehatan (JPK) tersebut, melibatkan 4 (empat) Kantor Cabang yaitu Kacab Bandung 1, Kacab Bandung 2, Kacab Majalaya dan Kacab Cimahi. Untuk medukung suksesnya acara ini, Jamsostek menggandeng PT. Nayaka Era Husada sebagai pelaksana MCU.
Menurut Kakanwil IV Jamsostek Jabar Banten, E. Ilyas Lubis, kegiatan MCU adalah salah satu program manfaat tambahan yang digulirkan Jamsotek di bulan Desember 2011, berdasarkan Surat Keputusan direksi Jamsostek Nomer KEP/310/102011. “Tidak semua perusahaan mendapat pelayanan MCU, hanya kepada perusahaan yang tertib adminitrasi saja yang dilibatkan dalam program ini,“ ungkap E. Ilyas.
Dikatakan E. Ilyas, ada sekitar 400 tenaga kerja yang menikmati pelayanan MCU yang diberikan kepada peserta jamsotek yang berusia 40 tahun keatas dengan layanan Medical check-up meliputi pemeriksaan dokter Umum dan gigi, darah, urin, Hbs Ag, GDN kolestrol dan Asam urat.
Selain itu lanjutnya, diberikan juga layanan kesehatan berupa pengobatan operasi jantung, pengobatan cuci darah, bantuan pelatihan dan kegiatan K3, dana bantuan pemakaman keluarga peserta jamsostek serta pengobatan penderita HIV/AID.
Sementara untuk pemberian beasiswa jamsostek, pihaknya secara simbolis menyerahkan uang senilai Rp. 8.400.000., kepada 4 orang dari SD sampai Perguruan Tinggi. Rp. 1,8 juta untuk SD-SMP, dan Rp. 2 juta bagi SMA – universitas.
”Untuk tahun 2012 Jamsostek sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 3,68 Milyar, bagi SD – universitas dengan jumlah penerima sekitar 1.520 orang, yang diberikan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan program DPKP kepada para peserta,” jelas Ilyas.
Pihaknya sudah melakukan upaya kedepan dengan menyiapkan tiga peningkatan yaitu kepesertaan, manfaat dan peningkatan pelayanan. Langkah itu sebagai komitmen persiapan menuju BPJS ketenagakerjaan yang mulai berjalan 1 Januari 2014, kata Ilyas menambahkan. (Hargribs)











