Selain itu, Prof Mu’ti mengaku pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan tujuan utamanya adalah bersilaturahmi sehingga mendapatkan masukan dan arahan untuk meningkatkan kinerja agar ke depan bisa lebih baik lagi.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk bisa mendapatkan insight atau bahasa lainnya mendapat pencerahan dari para tokoh untuk bagaimana kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini bisa mengambil kebijakan yang lebih baik lagi dan bisa bermitra dengan lebih baik lagi dengan lembaga-lembaga, organisasi-organisasi yang menyelanggarakan pendidikan,” katanya.
Senada dengan itu, Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengaku, meski agak formal tapi pertemuan mengisyaratkan kedekatan di antara mereka berdua. Hal ini, katanya, sudah terbangun sejak lama untuk tujuan kemajuan pendidikan di Indonesia.













