KAB. BANDUNG, BEDAnews
Para pengendara perlu ekstra hati-hati bila hendak melewati jalan penghubung Bandung – Cianjur melalui Cipelah. Pasalnya di area Perkebunan teh Rancabali sekitar 2 Km dari pertigaan, jurang sedalam 50 meter di sisi kiri jalan tersebut longsor.
Badan jalan yang tidak boleh dilintasi hanya ditandai oleh beberapa bongkahan batu seukuran kelapa, padahal jika hujan turun dan kabut menyelimuti, pandangan mata menjadi terbatas sehingga sangat rawan terjadinya kecelakaan.
Maman salah seorang pengguna jalan, menyebutkan longsor tersebut terjadi sekitar 4 hari lalu, apabila hal itu dibiarkan dan tidak segera dicegah, maka cepat atau lambat badan jalanpun akan termakan dan ikut terbawa longsor.
“Jika kondisi itu dibiarkan, sudah pasti jalur tersebut akan terputus,” ujar Maman, yang ditemui BEDAnews, Kamis (17/6), tak jauh dari lokasi longsor.
Menurut Maman, meskipun ada jalan lain, namun jaraknya 5 kali lebih jauh dari jalur sekarang dengan kondisi jalan berbatu yang belum pernah disentuh aspal dan biasanya hanya dilewati mobil Perkebunan mengangkut pucuk teh atau pupuk.
Untuk itu sebelum jatuh korban, Maman yang biasa melintasi jalan tersebut berharap agar pihak terkait segera memperbaiki. “Memperbaiki kerusakan sedikit, tentu lebih murah dan mudah daripada nanti setelah badan jalan terbawa longsor, dana yang diperlukan sudah pasti jauh lebih besar dan waktu pengerjaanyapun akan lebih lama”, ungkapnya sebelum melanjutkan perjalanannya. (Path)











