Bandung, BEDAnews
Saat ini Jawa Barat menempati urutan terbesar kedua setelah Aceh, dalam peredaran narkotika jenis ganja di Indonesia dan besarnya jumlah peredaran ini berhubungan dengan banyaknya angka pengguna ganja.
Hal ini diungkapkan ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat, Anang Pratanto kepada wartawan disela-sela peringatan Hari Anti Narkoba International tingkat Jabar yang dilaksanakan BNP Prov Jabar. Sabtu (14/7) dihalaman Gedung Sate. Jl Diponegoro Bandung.
Besarnya jumlah peredaran ini menurut Anang, sesuai dengan jumlah pengguna di Jawa Barat yang mayoritas pengguna ganja dan Jawa Barat menduduki nomor 2 di Indonesia setelah Aceh.
“Ini merupakan hasil pengungkapan Kepolisian dan juga hasil penelitian Universitas Indonesia, sementara untuk sabu, ekstasi, kita diatas rangking dua belas, sedang kalau jumlahnya kita harus buka terlebih dulu data, ini merupakan penelitian untuk tahun 2011,” tuturnya.
Lebih jauh dikatakan Anang, 2,4 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat berusia antara 10 tahun hinga 59 tahun, pernah mencoba sekali maupun masih teratur pakai. “Jadi sekitar delapan ratus ribuan orang, dari mulai pejabat bahkan anak usia 7 tahun pun ada, semua bisa kena,” ungkapnya. (hermanto)












