“Istimewa, artinya penyelenggara pemerintahan, dalam hal ini Pemda Provinsi Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Barat berkeinginan dan berkomitmen untuk mengistimewakan masyarakat, baik istimewa dalam pelayanan, maupun di dalam pelaksanaan pembangunan,” katanya.
*”Strong leadership”*
Untuk mengakselerasi itu, sambung Herman, terdapat tiga kunci utama. Pertama, _leadership_ atau kepemimpinan.
Menurut Herman, sampai dengan hari ini Pemdaprov Jabar sudah merasakan kepemimpinan yang kuat atau _strong leadership_ dari sosok Dedi Mulyadi.
Tentu ini harus diikuti pula oleh para Asisten Daerah hingga seluruh perangkat daerah untuk menerapkan kepemimpinan yang kuat di masing-masing unit kerja.
Dengan kata lain, kepemimpinan yang kuat harus mampu mengomandani tata kelola pemerintahan yang berbasis _grand design_ pembangunan yang telah dirancang, dengan pengambilan keputusan cepat berdasarkan data, sejalan dengan istilah _’good data_, _good decision_, _good result_.













