Secara filosofis, hal tersebut sebagai bentuk asketisme modern. Jika sufi zaman dulu menjauh ke gua atau hutan untuk mencari Tuhan, Gen Z menjauh ke dalam mode pesawat (airplane mode). Mereka memahami bahwa untuk terhubung dengan ‘Server Pusat’ (Sang Khalik), mereka harus berani memutus koneksi dengan server dunia. Ini adalah upaya untuk meraih Deep Prayer, sebuah kondisi di mana jiwa benar benar hadir secara utuh tanpa fragmentasi perhatian.
Sisi menarik lainnya adalah bagaimana Gen Z menggunakan pendekatan sains untuk ibadah. Mereka tidak lagi sekadar begadang tanpa strategi. Dengan bantuan smartwatch, memantau siklus tidur REM untuk menentukan jam bangun yang paling optimal agar otak berada dalam kondisi state of flow saat tadarus. Teknologi juga digunakan untuk membantu mengatur nutrisi sahur berdasarkan indeks glikemik agar energi tetap stabil hingga subuh. Bagaimana teknologi dan sains menjadi alat pendukung (wasilah) agar raga mampu menopang perjalanan jiwa yang Panjang dan bernilai.













