Tidak ada operasi militer sekelas serangan ke Lebanon yang terjadi tanpa koordinasi dengan Washington. Vance menyebut gencatan senjata “selalu berantakan” dan mengakui telah terjadi pelanggaran, namun tetap mengklaim “arahnya sudah benar”.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator menegaskan bahwa kesepakatan seharusnya berlaku di semua lini, termasuk Lebanon. Namun suara Pakistan diabaikan.
*Siapa yang Diuntungkan?*
Israel mendapat apa yang diinginkannya: kebebasan untuk terus menyerang Hizbullah tanpa gangguan.
Menurut pengamat Timur Tengah Jonathan Spyer, Israel ingin menciptakan zona penyangga di selatan Lebanon agar warga mereka di perbatasan utara aman.
Iran berada dalam posisi terjepit. Jika merespons serangan Israel, gencatan senjata dengan AS runtuh. Jika diam, Hizbullah sekutu strategisnya hancur.













