Besar kemungkinan isu ini berawal dari komunikasi internal yang sifatnya umum, kemudian didengar pihak luar yang menafsirkannya secara keliru. Dari situlah timbul kesalahpahaman yang berkembang menjadi kabar bohong (hoaks).
Dugaan saya terbukti. Pada Jumat, 8 Agustus 2025, saya menemukan pemberitaan resmi yang memuat klarifikasi langsung dari Irjen Karyoto. Beliau membantah keras kabar tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Bahkan, ia menyambut baik amanah sebagai Kabaharkam Polri dan menilai jabatan itu sebagai bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Walaupun Irjen Karyoto memang lebih senior secara angkatan dibanding Jenderal Listyo Sigit, ia menekankan bahwa, rasa hormat terhadap atasan adalah hal yang mutlak. Isu “ngamuk” yang beredar disebutnya murni hoaks dari akun-akun anonim yang diduga memiliki motif memecah belah soliditas internal Polri.












