Artikel

Ir. Agus Wiyono, MEng Sc: PERKEMBANGAN PERS DAN MEDIA MASSA DIDUKUNG PERAN DAN KREATIFITAS PARA WARTAWAN

Banyumas, BEDAnews.com

Mantan Presiden RI Dr Ir Soekarno pernah menyatakan, ada dua sumber kekuatan yang dapat menjadikan bumi ini terang. Pertama matahari, kedua pers dan media massa. Kalau matahari menerangi dengan sinarnya, maka pers dan media massa menerangi dengan ketajaman ujung pena para wartawannya.

Dalam pembangunan nasional, pers mempunyai posisi yang cukup strategis dalam proses pembangunan masyarakat, bangsa dan negara yakni sebagai bagian integral dari sarana-sarana komunikasi masyarakat lainnya.

Menurut para pakar dibidang pers terdapat 3 (tiga) faktor yang perlu dimiliki pers yaitu idealisme, dedikasi dan keberanian mengambil resiko. Dalam rangka menuju ke arah praktek jurnalistik yang profesional bagi kemajuan dan peningkatan pers nasional serta pembangunan beberapa hal perlu mendapat perhatian.

Pertama, pengawasan terhadap data-data baik yang sedang akan dan sudah dilakukan. Kedua, penajaman dan pendalaman langsung di lapangan. Studi kasus, pemahaman dan pengenalan masalah serta studi leteratur yang memadai. Sedangkan yang ketiga adalah peningkatan kegiatan berdiskusi dan bertukar pengalaman terhadap obyek yang menjadi fokus perhatian.

Penerbitan pers dan media massa dalam perkembangannya didukung oleh peran dan kreatifitas para wartawannya, sehingga dalam menjalankan fungsi dan tugas wartawan merasa dituntut terhadap maju mundur dan kualitas berita yang ditulisnya serta terhadap publik/masyarakat bagi penerbitan cetak ataupun pendengar/pemirsa bagi media elektronik. Dalam menjalankan tugas jurnalistik wartawan berhubungan dengan berbagai unsur lapisan masyarakat luas sehingga dituntut untuk pandai bergaul dan bisa memahami sifat-sifat/karakter manusia yang berbeda-beda yang biasanya karena terpengaruh oleh status sosial atau profesi masing-masing individu.

Memasuki usia yang ke 69/ 9 Pebruari 2015 dalam kondisi pemerintahan RI yang terus diwarnai oleh berbagai evoria, romantika, demokrasi dan prestasi serta keprihatinan yang datang silih berganti, pers telah berjuang dengan segenap kemampuan melaksanakan tugas dan fungsinya berperan aktif menegakan NKRI dengan ideologi negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

 

SEBAGAI MITRA KERJA

Ditemui diruang kerjanya, kepala Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang Kabupaten Banyumas, Ir. Agus Wiyono, MEng Sc kepada Progresif menegaskanke depan peran pers tidak tergantikan dan harus tetap eksis bahu-membahu bersinergi dengan lembaga-lembaga pemerintahan dan semua unsur negara. “Karena pers punya jangkauan luas yang didukung oleh sarana internet bisa diakses dimana-mana di seluruh dunia, tidak hanya dibatasan wilayah tapi bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun,” katanya.

Menurutnya, pers merupakan mitra kerja yang sangat dibutuhkan bagi tugas-tugas pertanahan dan tata ruang. “Disamping sebagai kontrol dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan, kami butuh bantuan untuk menyebarluaskan bagaimana mensosialisasikan pertanahan dan tata ruang,” tambahnya.

Diakui Agus Wiyono, selama ini pers berperan untuk menyebarkan program-program strategis BPN seperti prona. “Pers lebih efektif untuk mensosialisasikan meski secara kelembagaan bisa membuka situs di www.bpn yang dapat digunakan masyarakat untuk mengetahui atau mendapatkan informasi tentang pertanahan,” jelasnya.

Selanjutnya dia berharap, pers dalam menyampaikan informasi lebih mengutamakan misi berita yang bersifat positif membangun. “Seyogyanya hal-hal yang sekiranya banyak menimbulkan mudhorot dapat diminimalisir, diarahkan ke hal-hal yang lebih manfaat”, ujar dia.

Menurut pengamatannya masih ada wartawan yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya. “Sehingga dalam merekrut wartawan pimpinan media harus lebih selektif dan perlu ditingkatkan lagi pembinaan terhadap wartawan yang kurang profesional, khususnya untuk mengeluarkan KTA kalau memang kemampuan menulis berita masih belum memenuhi syarat,” tuturnya menutup perbincangan dengan Progresif.

Kesulitan melawan hidup bagi profesi wartawan yang mengawali proses kariernya merangkak dari bawah, sudah terbiasa sejak awal menapaki jenjang pemberitaan. Ajang perjuangan kaum intelektual dan orang-orang kreatif yang berjiwa patriotik. Namun untuk mencapai predikat sebagai wartawan yang profesional tidak segampang membalik telapak tangan. Tapi perlu waktu proses dan pengalaman yang cukup relatif dan berliku. Idealnya profesi wartawan memang merupakan suatu proses belajar yang tidak pernah ada hentinya. Apapun profesi dan kegiatan yang dijalani harus ditekuni secara optimis.

“Yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimanapun kondisinya, pers berjuang untuk kesejahteraan masyarakat agar menjadi masyarakat yang tahan terhadap situasi dan kondisi yang berubah-ubah maka insan pers harus selalu obyektif,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Drs.  Purwadi Santoso, M.Hum saat ditemui Progresif di ruang kerjanya.

 

Hanya idealisme yang  harus dipegang erat sebagai tongkat perjuangannya dan terus berkonsentrasi menekuni kegiatan demi memenuhi panggilan jiwanya sebagai insan pers yang setia dan bertanggung jawab. Dirgahayu wartawan Indonesia dan Hari Pers Nasional ke 69/9 Pebruari 2015. (Widoyo/Agles)

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close