IPB University juga perlu meluruskan satu hal penting. “Berkaitan dengan SPPG, yang membangun dan mengelola SPPG bukan IPB secara langsung, melainkan PT. BLST, holding company milik IPB, melalui yayasan yang dibentuk secara khusus. Yayasan tersebut berbadan hukum dan dikelola secara profesional, terpisah dari anggaran pendidikan dan operasional akademik IPB. Jadi struktur tata kelola dan mandat akademik kampus tetap terjaga,“ ungkapnya.
Direktur PT. BLST, Luhur Budijarso, mengungkapkan, harapan kami sederhana, namun serius yaitu SPPG yang dikelola PT. BLST ini dapat menjadi model yang bisa direplikasi secara nasional. Bukan hanya soal dapurnya, tapi kesempatan berkontribusi di lapangan dan mendukung keberhasilan program pemerintah. Model ini juga diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang sehat bagi PT BLST, yang sebagian akan dialokasikan kembali untuk mendukung riset, beasiswa dan pengabdian masyarakat IPB. Dan kalau inovasi kampus bisa ikut mengalir di dalamnya, dari laboratorium ke meja makan anak-anak Indonesia, maka itulah makna sesungguhnya dari kampus yang berdampak.













