Ada dua dapur yang akan digarap PT. BLST, yaitu di Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Sukajaya. Saat ini satu dapur sudah siap beroperasi. “Target awal layanan mencakup ribuan penerima manfaat di wilayah sekitar. Lokasinya berada di wilayah yang memang tinggi kebutuhannya, dan yang paling penting, ekosistem agribisnis pendukungnya sudah ada dan bisa dikembangkan,“ ungkapnya.
Ekosistem inilah yang menjadi titik beda pendekatan dibanding SPPG lain. “Kami tidak hanya membangun dapur, kami membangun rantai pasoknya. Petani, peternak, pengolah tahu-tempe di sekitar kampus dan lokasi SPPG dibina agar menjadi pemasok yang terstandar dan berkelanjutan,“ tuturnya.
Proses pembinaan ini melibatkan Dosen dan mahasiswa IPB dalam bentuk program pengabdian masyarakat terstruktur, sehingga Tri Dharma berjalan simultan. “Di sinilah Tri Dharma bekerja secara nyata: penelitian menentukan standar gizinya, pendidikan melatih pelakunya, pengabdian masyarakat menjadi perekatnya. Ini yang kami sebut ekosistem terintegrasi, bukan sekadar dapur yang berdiri sendiri,“ ungkapnya.













