“Program besar ini sedang berlari, tapi fondasinya masih perlu diperkuat. Di sinilah IPB University merasa terpanggil untuk memberikan kepedulian terhadap persoalan bangsa,“ tandasnya.
Dikatakannya bahwa, pilihan IPB University untuk bersikap peduli ini, merupakan kesadaran bahwa persoalan gizi, pangan dan kualitas sumber daya manusia memang sudah lama menjadi ladang kerja IPB University. “Kalau kampus dengan kapasitas riset pangan dan agribisnis seperti IPB University hanya jadi penonton, rasanya ada yang tidak beres,“ tegasnya.
Dan lebih dari itu, lanjutnya, keterlibatan langsung akan membuka peluang untuk berbuat lebih di ranah yang selama ini sulit dijangkau. “Dengan mengambil peran sebagai CoE MBG maka inovasi-inovasi yang lahir dari laboratorium dan kebun percobaan IPB University akhirnya bisa diuji dan diterapkan dalam skala nyata. Varietas pangan lokal unggulan, formula menu berbasis kebutuhan gizi spesifik, teknologi pengolahan pangan sederhana yang efisien, sistem pemantauan mutu berbasis data, semuanya kini punya ruang untuk bergerak dari riset menuju dampak,“ jelasnya.













