Kapitalisme menjadikan pasar sebagai asas ekonomi untuk mendistribusikan barang dan jasa di tengah-tengah masyarakat. Akses terhadap barang dan jasa hanya diberikan kepada mereka yang punya andil dalam rantai produksi. Produksi barang dan jasa terjadi secara bebas di pasar (laissez-faire). Sementara pemanfaatan hasil produksi dikhususkan bagi mereka yang mampu mengakses harga barang dan jasa yang dihasilkan.
Inilah konsekuensi dari utang luar negeri yang harus diterima negara pengutang. Membuat perekonomian menjadi liberal sesuai arahan asing penjajah. Semua demi menguntungkan kepentingan Kapitalis dan asing. Pinjaman, utang, investasi, bantuan apapun namanya dalam sistem Kapitalis adalah tak ada yang gratis. Selalu ada imbalan dan syarat yang harus dipenuhi. Contohnya Cina, dalam memberikan pinjaman selalu mengikat dengan berbagai syarat. Yakni, harus ada jaminan dalam bentuk asset, adanya imbal hasil seperti ekspor komoditas tertentu ke Cina hingga pengadaan peralatan dan jasa teknis yang harus diimpor dari Cina.













