Salah satu bentuk jebakan neoliberalisme adalah dengan membuka seluas-luasnya kran utang luar negeri dan investasi asing. Utang dan investasi telah menyetir pemerintah kita. Membuat sikap pemerintah kita tidak lagi independen. Inilah era penjajahan gaya baru. Segala kebijakan dan aturan yang dikeluarkan harus dengan persetujuan dan arahan asing. Dan hal ini termasuk dalam aktivitas keharaman, karena membuat sarana penjajahan gaya baru terhadap negerinya sendiri. Kerusakan ini bukan sekadar karena para pemimpin yang tidak amanah, tetapi karena pemberlakuan kapitalisme-liberalisme. Sistem batil inilah yang membuat negeri ini tak pernah merasakan kemakmuran, justru membuat rakyatnya seperti anak ayam yang mati di lumbung padi.
Dalam Kapitalisme sendiri, pemberlakuan kepemilikan kekayaan diatur atas dasar modal/kapital. Siapa yang punya modal dialah yang berkuasa. Semakin banyak modal yang dikuasai, maka semakin besar pula kekuasaannya. Kebebasan yang tanpa batas dalam Kapitalisme membuat individu bisa menguasai sumber-sumber ekonomi dengan cara apapun. Kebebasan kepemilikan sebagai terusan dari kebebasan individu menjadikan siapapun yang memiliki akses atas modal dan alat-alat produksi dapat menguasai dan memonopoli pasar. Hukum rimba berlaku. Siapa yang kuat (punya modal) dia yang berkuasa.













