Sementara itu, strategi penguatan kinerja tersebut, juga terefleksikan pada progress kinerja nett income (laba bersih) periode 10 bulan yang tumbuh 114,19 persen menjadi US$18,11 juta dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di mana selanjutnya hasil ijarah tersebut akan dicatatkan dalam Laporan Tahun kinerja 2024.
Outlook positif juga terefleksikan melalui pertumbuhan EBITDA pada periode 10 bulan 2024 sebesar US$790 juta atau tumbuh sebesar 13,82 persen dari periode bulan sebelumnya.
Sebelumnya pada Kuartal 3 -2024, Garuda
Indonesia berhasil terus mencatatkan outlook kinerja yang menjanjikan. Hal tersebut salah satunya terefleksikan melalui pertumbuhan EBITDA yang menguat hingga 11% di periode kinerja sampai dengan Kuartal III Tahun 2024 sebesar US$685,81 juta.













