Lebih lanjut, penjajakan skema ijarah tersebut tentunya semakin melengkapi rangkaian strategi penguatan kinerja korporasi yang tengah dioptimalkan Perusahaan jelang penutup tahun kinerja 2024, di antaranya melalui penguatan global partnership bersama Japan Airlines dan Singapore Airlines yang diproyeksikan menjadi katalisator penguatan presensi market Garuda Indonesia di kancah global, sekaligus menarik pertumbuhan trafik penumpang secara berkelanjutan, juga terkait rencana penambahan alat produksi Perusahaan yakni sebanyak 4 armada secara bertahap dimulai dari kuartal 4 akhir tahun yakni 2 (dua) pesawat narrow body Boeing B737-800NG dan potensi penambahan 2 (dua) pesawat narrow body lainnya (dalam tahap negosiasi) yang merupakan bagian dari rencana penambahan armada di tahun 2023 dan tahun 2024.
Strategi penguatan kinerja tersebut tercermin pada progress kinerja usaha Perusahaan hingga periode 10 bulan di tahun 2024, di mana pendapatan usaha Perusahaan sebesar US$2,8 miliar atau telah mendekati capaian Full Year 2023 yakni sebesar US$2,9 miliar.













