Bandung, Bedanews.com-
Oleh : Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag., MM., CPHRM., CHRA. | Guru Besar Ilmu Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung | Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES) Kota Bandung | Sekretaris Departemen Penguatan SDM Lembaga Keuangan Syariah MPP ICMI
Dalam banyak literatur pembangunan ekonomi, sektor UMKM sering disebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Karena Indonesia sendiri memiliki struktur ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi skala kecil. Warung, pedagang kaki lima, industri rumah tangga, serta usaha berbasis keluarga menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat. Contoh Fenomena penjual takjil dapat dipahami melalui perspektif ekonomi rakyat dan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketika sektor formal mengalami perlambatan, sebaliknya sektor informal sering menjadi ruang bertahan bagi masyarakat.













