Soyan menngungkapkan, konsep gerakan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) yang digelorakan Oded M. Danial dan Yana Mulyana menjadi solusi terbaik untuk bisa mengolah sampah di Kota Bandung.
Sebagai gambarannya, Sopyan menyebutkan pada 2019 lalu, data harian pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti dalam satu hari sebanyak 268 rit atau setara 1.340 ton per hari. Pada tahun 2020 menjadi 264 rit atau 1.335 ton per hari. Kini hingga Oktober 2021, rata-rata pengangkutan 253 rit atau 1.309 ton per hari.
“Ini menjadi momentum. Kalau kita tergantung ke TPA, jangankan mingguan, dua hari saja jadi problem. Kita mendorong gerakan Kang Pisman sudah baik. Sudah ada beberapa RW yang minta pengangkutan sampah dihentikan. Itu tidak jadi masalah, karena sudah bisa dikelola,” paparnya. (Cut Salsa)













