Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com –
*Pendahuluan*
Menjelang satu abad kemerdekaan Republik Indonesia, pertanyaan terbesar yang seharusnya kita ajukan bukanlah apakah Indonesia akan menjadi negara maju, melainkan siapa yang sesungguhnya akan mengendalikan masa depan Indonesia.
Sejarah menunjukkan bahwa sebuah bangsa tidak selalu kehilangan kemerdekaannya karena kalah di medan perang. Banyak negara tetap memiliki bendera, lagu kebangsaan, konstitusi, bahkan pemimpin yang dipilih rakyatnya, tetapi kehilangan kebebasan menentukan kebijakan karena terlalu bergantung pada kekuatan di luar dirinya. Mereka tampak merdeka, namun tidak lagi sepenuhnya berdaulat.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai “Londo Ireng” memunculkan perdebatan yang luas. Sebagian memaknainya sebagai simbol pengkhianatan terhadap bangsa, sementara sebagian lainnya mengkhawatirkan dampaknya terhadap ruang demokrasi. Perdebatan tersebut sah dan merupakan bagian dari kehidupan negara demokratis. Namun, menurut saya, bangsa ini justru perlu mengajukan pertanyaan yang lebih strategis.













