Jangan-jangan kita terlalu sibuk mencari “Londo Ireng”, sementara “Londo Putih” sedang bekerja jauh lebih senyap, lebih sistematis, dan lebih menentukan masa depan Indonesia.
Yang saya maksud dengan “Londo Putih” bukanlah ras, bangsa, atau negara tertentu. Istilah ini saya gunakan sebagai metafora bagi seluruh bentuk kepentingan eksternal yang membangun ketergantungan ekonomi, teknologi, data, keuangan, maupun kebijakan, sehingga secara perlahan mengurangi kemampuan Indonesia menentukan kepentingan nasionalnya sendiri.
Di sinilah letak tantangan Indonesia menuju 2045. Perebutan masa depan bangsa tidak lagi melalui invasi militer, tetapi melalui perebutan teknologi, data, energi, pangan, kecerdasan buatan, mineral strategis, dan pengaruh terhadap kebijakan nasional.













