Pertama: Selama 384 tahun Ciamis menjaga ruh “Galuh” dan kearifan Sunda. Di 2026, batas tegas mana yang harus dijaga agar Ciamis maju secara ekonomi tapi tidak kehilangan karakternya?
Menurut saya, batas tegas yang harus dijaga adalah jangan sampai pembangunan ekonomi menghilangkan identitas budaya, nilai kemanusiaan, dan semangat gotong royong masyarakat Galuh. Kemajuan ekonomi memang penting untuk meningkatkan kesejahteraan, tetapi pertumbuhan yang hanya berorientasi pada keuntungan material berisiko melahirkan masyarakat yang kehilangan akar budayanya. Karena itu, pembangunan harus tetap berpijak pada filosofi Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh yang selama ini menjadi ruh kehidupan masyarakat Ciamis.
Kemajuan investasi, industri, pariwisata, dan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian adat, bahasa, kesenian, situs sejarah, serta tata nilai yang diwariskan para leluhur. Jangan sampai ruang publik dipenuhi simbol modernitas tetapi kehilangan jejak budaya Galuh yang menjadi identitas daerah. Batas lainnya adalah menjaga keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dan kelestarian lingkungan. Karuhun Sunda mewariskan prinsip hidup harmonis dengan alam. Oleh karena itu, pembangunan yang merusak sumber daya alam secara berlebihan sesungguhnya bertentangan dengan nilai-nilai Galuh.













