*PWI dan Sejarah*
Bukan Penonton, Melainkan Investor Kemerdekaan
PWI lahir pada 9 Februari 1946, dalam situasi republik yang masih rapuh, belum diakui dunia internasional, dan dikepung oleh agresi militer serta perang propaganda.
Dalam konteks itu, wartawan Indonesia tidak netral dalam arti steril, melainkan berpihak pada kelahiran Republik.
Pers waktu itu bukan hanya alat informasi, tetapi, instrumen diplomasi revolusi,
Penjaga psikologi nasional,
Penyambung suara republik ke dunia internasional,
Sekaligus benteng ideologis melawan propaganda kolonial.
Dengan segala keterbatasan, PWI menginvestasikan,
Risiko nyawa,
Kredibilitas internasional,
Integritas profesi,
demi satu tujuan, *”tegaknya Republik Indonesia.”*
Maka tidak berlebihan jika dinyatakan:












