Keempat, ubah mentalitas kita dari reaktif menjadi preventif. Jangan menunggu kapal induk asing datang baru panik. Mulai sekarang, perkuat kehadiran kapal perang kita di Selat Malaka. Bukan untuk menghalau, karena itu tidak mungkin sendiri tapi untuk menunjukkan: “Indonesia ada di sini. Kami memantau. Jangan coba-coba bertindak di luar batas.”
*Yang Paling Penting: Jangan Lupakan Rakyat Kecil*
Saya sudah pension dan tidak lagi mengejar pangkat atau jabatan. Yang tersisa hanya keprihatinan purnawirawan yang masih mencintai negerinya.
Saya khawatir pada nelayan di Belawan yang tidak bisa melaut karena kapal perang asing memblokade jalur. Saya khawatir pada ibu rumah tangga di Medan yang pusing mencari minyak goreng murah di tengah inflasi. Saya khawatir pada sopir truk di Dumai yang mengantre berjam-jam hanya untuk membeli solar subsidi.













