Di tengah konflik Iran, China memainkan strategi balancing yang sangat hati-hati. Beijing tidak ingin perang besar terjadi karena akan mengganggu jalur energi dan pertumbuhan ekonominya. Namun China juga tidak ingin Iran jatuh sepenuhnya di bawah tekanan Barat karena Iran memiliki nilai strategis besar bagi keamanan energi China.
Di sisi lain, Rusia melihat meningkatnya tekanan global terhadap Iran sebagai peluang untuk memperkuat koordinasi geopolitik Eurasia dan memperbesar ruang pengaruhnya terhadap Barat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju kompetisi multipolar yang lebih kompleks dan berisiko tinggi.
*Hybrid Warfare dan Wajah Baru Konflik Global*
Perang modern tidak lagi hanya berlangsung melalui kekuatan militer. Dunia kini memasuki era hybrid warfare, yaitu bentuk perang multidimensi yang menggabungkan berbagai instrumen kekuatan negara secara simultan untuk melemahkan lawan tanpa harus melalui invasi terbuka.













