Hormuz merepresentasikan perebutan kendali energi global, sementara BRICS mencerminkan lahirnya kekuatan baru yang mencoba mengurangi dominasi Barat dalam sistem internasional. Ketika konflik Iran bertemu dengan dinamika BRICS, maka yang sesungguhnya sedang terjadi adalah reorganisasi keseimbangan kekuatan dunia.
*Hormuz: Jantung Energi dan Perebutan Stabilitas Dunia*
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima distribusi minyak global melewati kawasan tersebut. Artinya, gangguan kecil saja di Hormuz dapat mempengaruhi harga minyak dunia, inflasi global, stabilitas pasar keuangan, hingga keamanan energi berbagai negara.
Karena itu, konflik Iran selalu memiliki dimensi internasional yang jauh lebih besar dibanding konflik regional biasa. Bagi Amerika Serikat, menjaga Hormuz berarti menjaga stabilitas ekonomi global sekaligus mempertahankan pengaruh geopolitiknya di Timur Tengah. Sedangkan bagi Iran, Hormuz adalah instrumen tekanan strategis terhadap Barat.













